peraturan-touchdown-dan-field-goal-dalam-american-football
Uncategorized

Peraturan Touchdown dan Field Goal dalam American Football

Peraturan Touchdown dan Field Goal dalam American Football. Touchdown dan field goal merupakan dua cara utama mencetak poin dalam American football yang sering menentukan hasil pertandingan. Touchdown memberikan nilai tertinggi, sementara field goal menjadi opsi aman saat jarak ke end zone terlalu jauh. Dalam regulasi resmi yang berlaku saat ini, kedua skor ini memiliki prosedur ketat untuk memastikan keadilan dan akurasi. Touchdown membutuhkan penguasaan bola di end zone lawan, sedangkan field goal melibatkan tendangan akurat melalui tiang gawang. Pemahaman aturan ini krusial bagi pemain untuk mengeksekusi play dengan tepat, bagi pelatih untuk merancang strategi, serta bagi penonton untuk menghargai momen-momen dramatis di lapangan. INFO CASINO

Prosedur dan Nilai Touchdown: Peraturan Touchdown dan Field Goal dalam American Football

Touchdown bernilai 6 poin dan terjadi ketika pemain ofensif membawa bola masuk ke end zone lawan atau menangkap pass di sana sambil mempertahankan penguasaan penuh. Bola harus melewati plane imajiner di atas goal line—bahkan jika sebagian bola sudah di end zone meski pemain belum sepenuhnya masuk, touchdown tetap sah.

Pemain harus tetap in bounds saat menyentuh goal line, dan penguasaan bola tidak boleh hilang hingga saat itu. Setelah touchdown, tim mendapat kesempatan extra point (1 poin) dengan tendangan dari jarak dekat atau two-point conversion (2 poin) dengan play reguler dari garis 2-3 yard. Touchdown sering menjadi puncak drive panjang, memaksa pertahanan lawan untuk mencegahnya dengan segala cara, termasuk tackle keras atau interception.

Aturan Field Goal dan Nilai Poin: Peraturan Touchdown dan Field Goal dalam American Football

Field goal bernilai 3 poin dan dicetak dengan menendang bola dari lapangan melalui tiang gawang vertikal (uprights) di end zone. Tendangan dilakukan oleh kicker setelah snap dari holder, biasanya pada down keempat ketika tim memilih tidak go for it atau touchdown terlalu sulit.

Bola harus melewati di atas crossbar dan di antara uprights, meski dari samping sekalipun. Jarak field goal diukur dari spot tendangan hingga goal line ditambah 10 yard end zone—tendangan 50 yard berarti bola ditempatkan di yard 33 lawan. Field goal sering digunakan di akhir half atau game untuk menambah poin aman, terutama saat cuaca buruk atau tekanan waktu tinggi. Blok atau miss langsung beri bola ke lawan di spot tendangan atau 20 yard line.

Situasi Khusus dan Extra Point

Beberapa situasi khusus sering muncul. Safety (2 poin untuk pertahanan) terjadi jika pemain ofensif ditackle di end zone sendiri, tapi bukan bagian dari touchdown. Pada two-point conversion setelah touchdown, play mirip down biasa—bisa run atau pass—dan jika gagal, tidak ada poin tambahan.

Field goal juga bisa dicoba pada down lain jika strategi menghendaki, meski jarang. Dalam overtime, aturan skor sama, tapi field goal bisa langsung menentukan kemenangan tergantung format. Penalty seperti false start atau roughing the kicker bisa repeat down atau automatic first down, memengaruhi keputusan mencoba field goal atau touchdown.

Kesimpulan

Peraturan touchdown dan field goal mencerminkan keseimbangan antara risiko tinggi dan reward besar dalam American football. Touchdown dengan 6 poin plus ekstra menjadi target utama serangan, sementara field goal 3 poin memberi opsi konservatif yang sering krusial di momen ketat. Kedua cara skor ini memaksa tim menggabungkan kekuatan fisik, akurasi, dan strategi cerdas. Pada akhirnya, aturan ini membuat permainan penuh drama—dari drive epik menuju end zone hingga tendangan penentu di detik terakhir—menjaga American football tetap sebagai olahraga kompetitif dan menghibur di setiap level.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *