aturan-dasar-paralympic-tennis-yang-wajib-diketahui
Uncategorized

Aturan Dasar Paralympic Tennis yang Wajib Diketahui

Aturan Dasar Paralympic Tennis yang Wajib Diketahui. Paralympic tennis, atau tenis kursi roda, merupakan cabang olahraga yang mengikuti aturan tenis standar dengan beberapa penyesuaian untuk memastikan keadilan bagi atlet penyandang disabilitas. Olahraga ini semakin populer di Paralimpiade, dengan pertandingan yang intens dan penuh strategi. Aturan dasarnya sederhana tapi penting untuk dipahami, karena hanya ada satu perbedaan utama dari tenis biasa, yaitu boleh dua kali pantul bola. Pengetahuan ini membantu penonton maupun pemain pemula menikmati permainan lebih dalam, sekaligus menghargai ketangguhan atlet yang berkompetisi di level tinggi. BERITA BASKET

Aturan Utama yang Mirip dengan Tenis Biasa: Aturan Dasar Paralympic Tennis yang Wajib Diketahui

Lapangan, raket, bola, dan sistem skor Paralympic tennis identik dengan tenis reguler. Ukuran lapangan tetap standar, dengan net di tengah dan garis batas sama. Skor dihitung 15-30-40-game, set dimenangkan dengan enam game (minimal selisih dua), dan tie-break diterapkan saat 6-6. Pertandingan biasanya best of three set untuk singles, sementara doubles bisa pakai match tie-break di set ketiga.

Pemain harus memukul bola sebelum menyentuh tanah lebih dari yang diizinkan, dan aturan fault, let, serta out tetap berlaku. Servis dilakukan dari belakang baseline, dengan server harus diam sebelum memukul tapi boleh satu dorongan kursi roda. Kursi roda dianggap bagian dari tubuh, sehingga aturan seperti foot fault atau touch net juga berlaku pada roda.

Perbedaan Kunci: Aturan Dua Pantul: Aturan Dasar Paralympic Tennis yang Wajib Diketahui

Perbedaan paling signifikan adalah two-bounce rule: pemain boleh membiarkan bola memantul dua kali sebelum dikembalikan, asal pantulan pertama berada di dalam garis lapangan. Pantulan kedua bahkan boleh di luar batas, memberikan waktu ekstra untuk bergerak dengan kursi roda. Aturan ini membuat permainan lebih dinamis, karena pemain bisa bertahan lebih lama dan rally lebih panjang.

Namun, pemain tidak wajib pakai dua pantul; banyak atlet elite sering kembali setelah satu pantul untuk serangan cepat. Di servis, aturan sama: bola harus dipukul sebelum pantul kedua. Perbedaan ini saja yang membuat Paralympic tennis unik, tanpa mengubah esensi strategi seperti placement, spin, atau power.

Klasifikasi dan Kursi Roda Khusus

Atlet diklasifikasikan dalam dua divisi utama: Open untuk gangguan pada kaki (satu atau dua), dan Quad untuk gangguan tambahan pada lengan atas (minimal tiga anggota tubuh terdampak). Quad sering mixed gender, dengan adaptasi seperti raket diikat ke tangan atau kursi roda bertenaga listrik untuk yang membutuhkan.

Kursi roda dirancang khusus: roda belakang miring untuk stabilitas dan manuver cepat, roda kecil depan, serta anti-tip di belakang. Ini memungkinkan akselerasi tinggi dan putaran tajam. Klasifikasi memastikan kompetisi adil, dengan evaluasi internasional wajib untuk Paralimpiade.

Kesimpulan

Aturan dasar Paralympic tennis sederhana namun inklusif, dengan two-bounce rule sebagai penyesuaian utama yang membuat olahraga ini accessible tanpa mengurangi intensitas. Lapangan dan skor sama, tapi klasifikasi serta kursi roda khusus menjamin persaingan setara. Memahami aturan ini membantu mengapresiasi skill atlet yang luar biasa, dari manuver cepat hingga strategi cerdas. Pada akhirnya, Paralympic tennis bukan hanya kompetisi, tapi bukti bahwa olahraga bisa dinikmati semua orang dengan semangat setara dan penuh kegembiraan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *