aturan-dasar-lacrosse-yang-harus-diketahui-pemain-baru
Uncategorized

Aturan Dasar Lacrosse yang Harus Diketahui Pemain Baru

Aturan Dasar Lacrosse yang Harus Diketahui Pemain Baru. Lacrosse sedang naik daun di Indonesia, terutama setelah masuk kurikulum olahraga sekolah dan rencana Olimpiade 2028. Bagi pemula, aturan lacrosse bisa terlihat rumit karena campuran hoki, basket, dan sedikit rugby. Tenang, sebenarnya intinya sederhana: bawa bola pakai stik berjaring, masukkan ke gawang lawan, tapi jangan sampai bola jatuh atau kena tangan. Artikel ini rangkum aturan dasar versi field lacrosse (10 vs 10) yang paling umum dimainkan, biar kamu bisa langsung turun lapangan tanpa bingung. INFO CASINO

Lapangan, Pemain, dan Perlengkapan: Aturan Dasar Lacrosse yang Harus Diketahui Pemain Baru

Lapangan lacrosse panjang 100 meter, lebar 55 meter, dengan gawang kecil (1,8 × 1,8 m) di kedua ujung. Satu tim terdiri dari 10 pemain: 1 kiper, 3 defender, 3 midfielder, dan 3 attacker. Pemain wajib pakai helm keras, pelindung bahu, sarung tangan tebal, dan pelindung gigi. Stik pria panjang 101-106 cm (short stick) atau 132-182 cm (long stick untuk defender), stik wanita lebih panjang tapi jaring lebih dangkal. Bola karet keras seukuran bola tenis—satu-satunya bola yang boleh disentuh tangan adalah oleh kiper di dalam crease (lingkaran 5,5 m di depan gawang).

Aturan penting: pemain tak boleh pegang bola dengan tangan (kecuali kiper), tak boleh tendang bola (kecuali tidak sengaja), dan kontak fisik diperbolehkan tapi ada batas—checking (pukul stik lawan) boleh, tapi slashing (pukul badan) langsung kartu.

Cara Bermain dan Skor

Permainan dibagi 4 quarter masing-masing 15 menit (pro) atau 12 menit (pemula). Tim yang kuasai bola harus maju melewati garis tengah dalam 20 detik dan masuk area serang dalam 10 detik lagi—kalau tidak, bola ganti kepemilikan. Gol sah jika bola masuk gawang sepenuhnya, nilai 1 poin. Kiper boleh pakai tangan di dalam crease, tapi kalau keluar harus ikut aturan biasa. Face-off (seperti jump ball basket) dilakukan setiap awal quarter dan setelah gol: dua pemain jongkok, bola di tengah, wasit tiup peluit—yang rebut bola dapat serangan pertama.

Offside di lacrosse unik: setiap saat harus ada minimal 4 pemain tim bertahan di belakang garis tengah dan 3 pemain tim menyerang di depan garis tengah. Kalau salah, langsung technical foul dan bola lawan.

Pelanggaran dan Hukuman: Aturan Dasar Lacrosse yang Harus Diketahui Pemain Baru

Ada dua jenis pelanggaran:

  • Personal foul (kasar): slashing, tripping, cross-check → hukuman 1-3 menit di penalty box, lawan main power play.
  • Technical foul (ringan): offside, pushing dari belakang, delay of game → 30 detik atau ganti bola.

Pemain yang kena kartu merah langsung keluar permanen, tim main kekurangan satu orang sampai akhir laga. Kiper juga bisa kena penalti—kalau ia lempar bola keluar lapangan sengaja, lawan dapat free shot dari tengah lapangan.

Kesimpulan

Lacrosse itu cepat, keras, dan butuh skill tinggi—tapi aturannya sebenarnya logis: bawa bola pakai stik, masukkan gawang, jangan pegang tangan, dan hormati batas kontak. Untuk pemula, fokus dulu pada tiga hal: cradling (putar stik biar bola tak jatuh), ground ball (ambil bola jatuh), dan komunikasi tim. Kalau sudah kuasai itu, sisanya tinggal latihan. Di Indonesia, lacrosse masih baru, tapi komunitasnya ramah dan cepat berkembang. Jadi, ambil stik, pakai helm, dan langsung main—lacrosse jauh lebih seru saat kamu coba sendiri daripada cuma nonton. Selamat bermain!

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *